Aktivitas fisik bagi lansia harus memperhatikan intensitas dan durasi latihan. Memulai dengan intensitas rendah adalah langkah penting agar tubuh dapat menyesuaikan diri. Misalnya, berjalan selama 10–15 menit beberapa kali sehari sebelum menambah durasi atau kecepatan.
Frekuensi latihan juga harus disesuaikan. Melakukan latihan ringan 3–5 kali per minggu cukup untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh. Penting untuk memberi waktu istirahat antar sesi agar tubuh pulih dan mengurangi risiko cedera otot atau sendi.
Memperhatikan tanda-tanda tubuh saat beraktivitas juga krusial. Jika merasa lelah, sesak napas, atau nyeri berlebihan, sebaiknya berhenti sejenak. Lansia harus belajar mengenali batas kemampuan tubuh dan menyesuaikan latihan dengan kondisi fisik.
Penggunaan alat bantu, seperti kursi untuk senam atau pegangan saat stretching, dapat meningkatkan keamanan latihan. Dengan peralatan sederhana, lansia tetap dapat melakukan aktivitas fisik secara efektif dan nyaman.
Dengan mengatur intensitas, durasi, dan frekuensi latihan dengan bijak, lansia dapat memperoleh manfaat maksimal dari aktivitas fisik. Pendekatan bertahap membantu tubuh tetap sehat, bugar, dan aman dari cedera.

